Selasa, 26 November 2013

Gempar Subulussalam Minta Pemerintah Stop HGU Investor Luar

Gempar Subulussalam Minta Pemerintah Stop HGU Investor Luar
Banda Aceh, (Analisa). Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gempar)Subulussalam melakukan aksi unjukrasa di bundara Simpang Lima Banda Aceh. Mereka meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh untuk menyetop izin Hak Guna Usaha (HGU) kepada investor luar.
Koordinator Lapangan, R. Kamba Kombih mengatakan, sudah saatnya Pemerintah Aceh maupun Pemerintah kabupaten/kota agar tidak lagi memberikan izin kepada investor dari luar yang berkedok investasi di bidang perkebunan dan pertambangan.
"Kami akan terus mendesak pemerintah untuk tidak lagi memberi izin atau rekomendasi bagi investor-investor dari luar yang berkedok investasi di Aceh," ujar Kamba dalam aksi di pusat kota Banda Aceh, Jumat (9/3).
Disebutkan, selama ini konflik pertanahan di Indonesia semakin marak terjadi, apalagi di Provinsi Aceh dalam beberapa bulan terakhir konflik pertanahan terus terjadi. Konflik itu akan terus terjadi, kalau pemerintah terus mengeluarkan izin HGU kepada investor luar untuk berinvestasi di Aceh, karena selama ini perusahaan yang ada di Aceh tidak memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar perusahaan tersebut.
Tidak Beri Kesejahteraan
Banyak perusahaan yang beroperasi di Aceh tidak memberikan kesejahteraan bagi warga di sekitarnya. Yang mendapat kesejahteraan hanya para pengusaha bersangkutan.
Subulussalam yang merupakan daerah baru dari hasil pemekaran, seharusnya sumber daya alam (SDM)-nya terus dijaga untuk kesejahteraan dan keberlangsungan hidup generasi pada masa yang akan datang. Namun pemerintah justru tidak melakukan hal itu, malah memberikan izin lokasi untuk menjadi HGU kepada PT. Indo Sawit Perkasa seluas 1.700 hektar.
Seharusnya, Pemko Subulussalam bisa mandiri untuk mengelola hutan atau tanah yang tersisa di guna diwariskan kepada generasi ke depan. Kalau HGU terus diserahkan kepada investor, maka dipastikan masyarakat Subulussalam akan terus menjadi budak dan buruhnya pemodal.(irn)

Sumber Analisadaily.com, 12 Maret 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar