Jun 18, 2014
Aceh Barat
– Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh melaksanakan Diskusi
Multistakeholder Forum Sektor Tambang, Selasa (17/6/2014) kemarin di
Hotel Meuligoe, Meulaboh, Aceh Barat.
“Kami ingin mengajak
seluruh masayarakat untuk peduli terhadap Sumber Daya Alam (SDM),
khususnya sektor tambang, agar tambang tidak menjadi bencana bagi
masyarakat, tapi harus membawa keuntungan untuk masyarakat dan daerah,”
kata penanggung jawab program GeRAK Aceh Mulyadi dalam sambutannya.
Selain itu, kata Mulyadi
tujuan dari program ini adalah untuk melihat sejauh mana kesiapan
pemerintah kabupaten/kota dalam menyiapkan infrastruktur dalam
keterbukaan informasi.
“Keterbukaan informasi
khusus tambang diperlukan, sehingga masyarakat juga bisa melihat
keuntungan yang didapatkan oleh masyarakat melalui keterbukaan publik.
Masyarakat juga akan puas melihat hasil dari hasil alam yang sudah
diambil,” imbuhnya.
Saat ini, Mulyadi
menjelaskan masih rendahnya tingkat pengawasan terhadap pelaksanaan
industri pertambangan di Aceh dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam
mendorong tata kelola tambang.
“Sekarang juga belum
adanya perencaan yang dapat digunakan untuk memperkuat kapasitas
masyarakat dalam mendorong tata kelola tambang yang trasparan dan
akuntabel,” jelasnya.
Hadir sebagai pemateri dalam diskusi tersebut yaitu perwakilan dari Bappeda Aceh Barat dan Direktur Yayasan Pengembangan Kawasan Aceh Barat. Sedangkan
yang menjadi peserta di antaranya perwakilan dari Dinas Pertambangan,
Dinas Perindustian, Kantor Pelayanan Pajak dan Dinas Perhubungan Aceh
Barat.
Hadir pula perwakilan
dari Mukim Meureubo, Ranto Panyang, Perwakilan Keuchik Gampong Baleu,
Reudep, Peunaga Cut Ujung, LBH, KNPI Aceh Barat, PT Mifa Bersaudara,
LPPM UTU, PEMA UTU, BEM STAI di Runding, DPKAD dan perwakilan
sejumlah media yang ada di Aceh. (sp/al3)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar