Sabtu, 21 Juni 2014

Ribuan Ikan Mati di Laut Sabang, Ombudsman: DKP Harus Proaktif dan Reaktif

Merdeka Mengabarkan
 Jun 11, 2014 0

Banda Aceh – Terkait dengan permasalahan kematian ribuan ikan di laut Sabang yang belum diketahui penyebabnya, Ombudsman RI Perwakilan Aceh selaku lembaga Negara pengawas pelayanan publik, sudah melayangkan surat minta penjelasan/klarifikasi kepada pihak DKP (Dinas Kelautan dan Perikanan) Aceh selaku instansi yang menangani masalah tersebut.

Sebelumnya Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr Taqwaddin Husin juga sudah meminta klarifikasi lisan via telepon dan sms kepada Kepala Lab UPTD DKP Aceh, Saifullah. “Sudah saya hubungi, beliau sedang dilapangan. Sudah saya SMS permintaan penjelasan kepada Kadis DKP melalui pak Saifullah,” ujar Taqwaddin

Dalam surat tersebut, Ombudsman RI meminta DKP untuk memberikan penjelasan terhadap langkah-langkah kongkrit penanganan serta mempertanyakan tingkat responsive DKP karena ini sudah terjadi dari tgl 24 Mei 2014. “Kita minta penjelasan segera. Kenapa lamban sekali? Hampir 3 minggu, dan itu sangat lama. Apa menunggu jatuh korban?,” lanjut Taqwaddin mempertanyakan.

Menurut Taqwaddin, DKP harus proaktif dan reaktif karena menyangkut hajat hidup masyarakat yang mana masyarakat Aceh menjadikan ikan sebagai konsumsi utama. Jika terbukti ikan–ikan tersebut mati akibat diracun tentu akan membahayakan kesehatan. Karenanya, hal itu harus segera ditangani, jangan berlarut-larut karena akan mempengaruhi kepada pendapatan ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor kelautan dan perikanan, khususnya di kota Sabang.

Disamping itu, jika DKP memiliki terberbatasan alat dan tekhnologi dapat meminta dukungan para pakar dibidang kelautan dan perikanan dari Unsyiah, Doktor lulusan Jepang dan Jerman. ”Saya sudah hubungi salah satu pakar, beliau siap membantu. Setidaknya untuk indentifikasi awal sambil menunggu hasil Lab. Semoga DKP bisa mengakomodir hal ini,” harap Taqwaddin

Ia menambahkan, dampak negatif dari permasalahan ini sangat berpotensi menimbulkan multi efek yang berakibat kepada berbagai sektor, termasuk menurunnya kepercayaan rakyat terhadap Pemerintah Aceh, dalam hal ini DKP. (fdh/sp)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar