Sabtu, 21 Juni 2014

Pemerintah Aceh Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Merdeka Mengabarkan
 Jun 09, 2014 0

Diwanai Penyerahan Hadiah Duta Lingkungan Hidup,  Sekolah Ramah Lingkungan dan Adipura tingkat Provinsi Aceh
Banda Aceh – Dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia tahun 2014, Pemerintah Aceh memberikan apresiasi kepada pihak yang telah berusaha mewujudkan kelestarian lingkungan.

Apresiasi yang diberikan itu antara lain untuk kategori Duta Lingkungan Hidup Aceh dan Lomba Sekolah Ramah Lingkungan tingkat Provinsi Aceh. Penyerahan hadiah diberikan oleh Asisten Administrasi Umum Pemerintah Aceh, Muzakkar SH MSi di Lapangan Kantor Gubernur Aceh, Senin (9/6/2014).

Prediket Duta Lingkungan Aceh kategori putra diraih oleh Muhammad Harif dari Banda Aceh dan duta lingkungan Puteri diraih oleh Sri Ramadhana dari Aceh Tamiang. Masing-masing mereka mendapatkan uang tunai Rp 2 juta. Sementara Runner Up 1 Duta Lingkungan Aceh mendapatkan hadiah masing-masing Rp 1, 5 juta yang diraih oleh Muhajir dari Aceh Timur dan Cut Nada Nabila dari Banda Aceh.

Selanjutnya, Runner Up II diraih oleh Faiz Hafidh dari Aceh Tamiang dan Mifta Septia Ningsih dari Aceh Timur dengan hadiah masing-masing Rp 1 juta dan duta lingkungan favorit diraih oleh Rivaldo Julian Saputra dari Aceh Selatan dan Emma Agustina dari Kota Sabang dengan hadiah masing-masing Rp 500.000.

“Semoga pemenang duta lingkungan Aceh dapat melakukan sesuatu yang bearti bagi lingkungan hidup, khususnya bagi kelestarian lingkungan di Aceh,” harap Muzakar.

Dalam upacara peringatan hari lingkungan hidup sedunia dengan tema “Satukan Langkah, Lindungi Ekosistem Pesisir dari Dampak Perubahan Iklim” ini, juga diumumkan pemenang Kota Adipura tingkat Provinsi, yaitu Juara I diraih Kota Banda Aceh, Juara II Kota langsa, Juara III Kota Meulaboh Kabupaten Aceh Barat, Juara IV Kota Sabang dan juara harapan diraih Kota Lhokseumwe.

Selanjutnya, diumumkan pula pemenang lomba sekolah dan dayah ramah lingkungan tingkat Sekolah Dasar (SD). Juara I diraih oleh SD Negeri 2 Kota Banda Aceh, Juara dua SD Negeri 16 Banda Aceh, Juara III SD Negeri Bukit Tempurung, Aceh Tamiang dan juara harapan I diraih oleh SD Negeri I Sigli.

Juara I untuk tingkat sekolah Menengah Pertama (SMP) diraih oleh MTSN Model Banda Aceh, Juara II SMP Negeri 2 Blang Pidie, Juara III SMP Negeri 2 Tangan-Tangan Abdya dan Juara Harapan I SMP 3 Mutiara Blang Malu, Pidie.

Untuk tingkat Sekolah Menengah Atas, Juara I diraih oleh SMK SMTI Kota Banda Aceh, Juara II SMA Negeri 3 Timang Gajah, Bener Meriah dan Juara III MAS Jeumala Amal, Pidie Jaya. Sedangkan juara harapan I diraih SMK Negeri 2 Tekengon. Untuk tingkat dayah, Juara I diraih Pondok Pesantren Al-Mujahidin Kota Sabang, Juara II Pesantren Sabilul Ulum Diniya Islamiyah, Aceh Tamiang dan Juara III diraih Dayah Al-Furqan, Kabupaten Pidie.

Dalam sambutan Menteri lingkungan Hidup yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum Setda Aceh, dikatakan Indonesia mempunyai potensi yang sangat luar biasa terkait kekayaan sumberdaya alam.

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki 13.466 pulau dan dengan panjang pesisir 95.181 km, tempat bermukim 60 % penduduk dan menyumbang 6,45 % GDP nasional. Pesisir mempunyai potensi SDA yang sangat menakjubkan yaitu 14 % terumbu karang dunia, 27 % mangrove dunia serta 25 %  ikan dunia, dengan berbagai biota yang hidup didalamnya.

Bahkan Indonesia disebut sebagai Marine Mega-Biodiversity terbesar di dunia, karena memiliki 8.500 species ikan, 555 species rumput laut dan 950 species biota terumbu karang.

“Potensi yang besar dimaksud harus dikelola secara optimal bagi kemakmuran rakyat dengan cara yang lestari, serta terus dilindungi dari kerusakan lingkungan yang menyebabkan penurunan potensinya,” ujarnya.
Dalam mengatasi perubahan iklim, pemerintah telah menetapkan kebijakan berupa penurunan emisi dari kondisi business as usual pada tahun 2020 sebesar 26 % dengan usaha sendiri dan 41 % dengan dukungan negara lain.

Untuk itu dikembangkan berbagai kebijakan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Antara lain melalui Peraturan Presiden Nomor: 61 Tahun 2011 tentang rencana aksi nasional penurunan gas rumah kaca  serta Peraturan Presiden Nomor: 71 Tahun 2011 tentang penyelenggaran inventarisasi gas rumah kaca nasional yang seiring dengan UU Nomor: 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

“Perlu dilakukan koreksi mendalam agar pengelolaan dan pemanfaatannya dapat mensejahterakan masyarakat dan tidak menimbulkan bencana. Konsep pembangunan berkelanjutan yang merupakan keseimbangan antara pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan hidup merupakan satu-satunya pilihan yang wajib kita wujudkan,” kata Muzakkar.

Ia melanjutkan, selain komitmen pemerintah, keterlibatan semua pemangku kepentingan adalah kunci keberhasilannya. Perwujudan kerja sama yang harmonis dan proporsional antara pemerintah, swasta dan masyarakat merupakan pilar penting dalam pembangunan lingkungan hidup. Pemerintah dituntut menyusun program pro rakyat serta memfasilitasi kebutuhan rakyat tetapi dilain pihak masyarakat dibutuhkan keterlibatannya dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Masyarakat perlu didorong melakukan upaya-upaya sederhana menuju budaya ramah lingkungah (green lifestyle) seperti menghemat penggunaan listrik dan air, menanam dan memelihara pohon, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor serta menerapkan konsep 3 R (reduce, reuse dan recycle) dalam mengelola sampah.

Peringatan hari lingkungan hidup tahun 2014 ini diharapkan menjadi momentum  pelaksanaan pengelolaan lingkungan hidup secara lebih konsisten dengan komitmen yang lebih tinggi. Sumber daya alam (SDA) yang dimiliki perlu dikelola untuk masyarakat dengan tidak hanya mempertimbangkan generasi masa kini tetapi juga generasi yang akan datang. Pengelolaan lingkungan hidup mendorong pemanfaatan SDA secara arif.

“Dan untuk itu saya mengingatkan bahwa sesuai tema hari lingkungan hidup tahun ini, maka perhatian terhadap kerusakan serta dampak perubahan iklim terhadap ekosistem pesisir menjadi hal yang penting untuk diperhatikan,” katanya lagi.

Ketahanan lingkungan hidup adalah kunci untuk menjaga jasa ekosistem dan menghindari dari bencana lingkungan khususnya dampak perubahan iklim. “Saya berharap dengan komitmen dan kerjasama kita dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup Indonesia temasuk wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil,” harapnya. [sp]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar